Monday, May 30, 2016

Produsen Film AS Sambut DNI Perfilman Indonesia



Asosiasi produsen film Amerika Serikat mengapresiasi langkah pemerintah dengan membuka 100% investasi asing untuk sektor perfilman. Hal itu dinilai sebagai awal yang sangat baik untuk membuat perusahaan-perusahaan perfilman dapat mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi di Indonesia. Respons positif tersebut diperoleh dari hasil kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani ke Amerika Serikat bertemu dengan beberapa perusahaan yang bergerak sektor perfilman.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa pertemuan dengan perusahaan-perusahaan film AS yang menguasai bisnis perfilman dunia tersebut dimanfaatkan untuk membicarakan beberapa hal strategis terkait perkembangan industri perfilman di Indonesia. “Beberapa hal yang disampaikan oleh anggota asosiasi adalah masalah capacity building seperti story telling skills, jumlah layar yang masih rendah dibandingkan dengan jumlah populasi serta yang tidak kalah pentingnya masalah hak cipta,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Sabtu (28/5).

Dari data yang dikeluarkan oleh MPAA (Motion Pictures Assocition of America), dilihat dari daftar negara yang tercatat menyumbang dalam pemasukan box office, Indonesia mengalami perkembangan yang cukup positif. Dari posisi tahun 2013 tidak masuk 20 negara terbesar, pada tahun 2014 Indonesia berada di peringkat 20 dengan nilai US$ 0,2 miliar, pada tahun 2015 naik menjadi peringkat 16 dengan nilai US$ 0,3 miliar.

Perpres 44 tahun 2016 lebih terbuka untuk asing berbisnis di sektor perfilman. Sebelumnya sektor-sektor perfilman tertutup untuk asing atau dibatasi maksimal 49%, antara lain bidang usaha jasa teknik film termasuk studio shooting film (maks. 49%), laboratorium film (maks. 49%), fasilitas editing sound (maks.49%), film editing 100% PMDN, film subtitle 100% PMDN. “Saat ini seluruh bidang usaha tersebut terbuka untuk 100% asing, demikian halnya untuk produksi film, cinema, studio rekaman dan distribusi film,” ungkapnya.