Thursday, May 19, 2016

Nilai Ekspor Batik Indonesia Capai Rp 2 Triliun pada 2015


Menurut catatan Kementerian Perindustrian, nilai ekspor batik Indonesia pada tahun 2015 mencapai USD 156 juta atau mencapai Rp 2,1 triliun. Angka itu tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar ekspor utama batik adalah Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan terus meluas.

Dalam acara peresmian Pesona Batik Pesisir Utara Jawa Barat yang digelar oleh Yayasan Batik Jawa Barat di Jakarta, Kamis (19/5/2016), Menteri Perindustrian Saleh Husin kembali mendorong pemakaian batik Indonesia. Di setiap kesempatan, masyarakat diminta memprioritaskan penggunaan batik.

“Batik adalah produk budaya Indonesia yang bernilai seni sekaligus ekonomi tinggi. Bagaimana caranya berkontribusi industri batik? Cara yang mudah dan konkrit, dengan kita memakai dan membeli batik Indonesia sama juga turut menghidupkan para pembatik skala kecil, menengah hingga besar,” kata Menperin Saleh Husin.

Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf mengatakan pihaknya aktif mendampingi dan memberi pembekalan kepada pembatik Jawa Barat sejak organisasi ini berdiri pada Agustus 2008. “Tak hanya di produksi, kami bantu di sisi pemasaran. Kini sudah ada kelompok-kelompok usaha di 27 kabupaten/kota di Jabar, juga terbentuk koperasi-koperasi,” ujarnya.