Monday, March 21, 2016

Minat Investor Korea Selatan terhadap Investasi Geothermal Indonesia



Investor Korea Selatan kembali menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kali ini sektor pembangkit listrik panas bumi (geothermal) yang menjadi target investasi dengan nilai investasi mencapai US$ 400 juta (setara Rp 6 triliun dengan nilai kurs dolar AS Rp 12.500). Investor yang terdiri dari konsorsium perusahaan Korea Selatan tersebut menyampaikan keseriusan minatnya untuk investasi geothermal di Indonesia yaitu di Provinsi Jawa Timur 160 MW dan di Nusa Tenggara Timur 30 MW.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa kebutuhan investasi untuk kedua proyek diperkirakan mencapai US$ 400 juta seperti disampaikan oleh salah satu CEO konsorsium. “Pihak investor sangat serius terhadap proyek pembangkit listrik yang disampaikan mereka sedang melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang diharapkan dapat mendukung proses konstruksi proyek yang ada,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (21/3).


Rencana investasi tersebut merupakan salah satu hasil kunjungan Kepala BKPM di Seoul, awal Maret lalu. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPM menyampaikan bahwa pembangunan listrik yang bersumber dari renewable energy harus didukung penuh agar potensi investasi tersebut dapat menjadi investasi yang riil untuk mendorong berbagai pertumbuhan ekonomi di daerah. “Upaya-upaya untuk menanamkan modal dalam bidang energi terbarukan merupakan salah satu hal yang penting bagi pemerintah. Sejak awal tahun lalu, kami telah mencoba mendorong melalui konsep green investment,” lanjutnya.

Kepala BKPM juga menyampaikan bahwa rencana investasi tersebut akan didukung sepenuhnya mengingat besarnya potensi geothermal di Indonesia namun belum banyak yang dieksplorasi menjadi energi listrik. “Potensi yang besar ini belum optimal dimanfaatkan sebagai energi listrik, padahal proses pembangunan akan sangat terbantu dengan ketersediaan listrik tersebut,” imbuhnya.