Friday, February 12, 2016

Investasi Asahimas di Sektor Industri Kimia Dasar


Upaya Badan Kooordinasi Penanaman Modal untuk mendorong industri substitusi impor dan orientasi ekspor dalam rangka meningkatkan daya saing mulai menunjukkan hasilnya. Hal ini ditandai dengan ekspansi yang dilakukan oleh PT Asahimas Chemical (Asahimas) di Cilegon senilai US$ 885 juta(setara Rp 12,3 triliun dengan kurs per dolar AS Rp 13.900). Ekspansi yang dilakukan diantaranya perluasan pabrik ke-9 senilai US$ 425 juta, serta pembangunan PLTU 300 MW (2 x 150 MW) dengan nilai investasi US$ 460 juta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa perluasan pabrik Asahimas akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi dua kali lipat yang akan memperkuat industri substitusi impor bahan kimia dasar. “Perluasan yang dilakukan oleh Asahimas sangat positif untuk peningkatan daya saing Indonesia, terutama untuk mengurangi impor bahan baku dan menghemat devisa negara senilai US$ 97 juta per tahun,” ujarnya saat acara peresmian perluasan pabrik, ekspor perdana PT Asahimas serta peletakan batu pertama (Ground Breaking) PLTU PT Asahimas di Cilegon.

Menurut Franky, proyek perluasan ini memperlihatkan iklim investasi di Indonesia yang kondusif dan berdaya saing. “Ini terbukti dari perusahaan yang existing tetap dapat menjalankan usahanya dan bahkan melakukan perluasan sebanyak 9 (sembilan) kali sejak berdirinya di tahun 1986,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Franky mengemukakan bahwa selain mendorong industri substitusi impor, perluasan yang dilakukan oleh Asahimas memiliki nilai strategis karena berorientasi ekspor. Nilai ekspor PMA Jepang ini akan meningkat sebesar US$ 280 juta per tahun, dari semula US$ 120 juta per tahun menjadi US$ 400 juta per tahun. “Investasi ini akan memperkuat daya saing Indonesia di ASEAN baik dari sisi ketersediaan bahan baku bagi industri di dalam negeri maupun kontribusi terhadap ekspor,” imbuhnya.

Dari sisi tenaga kerja, proyek perluasan Asahimas menyerap tambahan TKI sebesar 245 orang, dari total tenaga kerja saat ini sebanyak 1.000 orang. “Ini positif terhadap kemanfaatan investasi dengan menyerap tenaga kerja di Provinsi Banten. Tahun lalu investasi yang masuk di Banten menyerap lebih 100 ribu tenaga kerja,” ungkapnya.